SENYAWA ORGANOLOGAM
Sejarah Kimia
Organologam
Kimia
Organologam telah dimulai sekitar jutaan tahun yang lalu.Cobalamin atau vitamin
B12 merupakan senyawa organologam yang telah ada di alam, karena sudah ada di
alam maka keberadaan senyawa organologam sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu
bahkan sebelum manusia ada.Dilakukan Total synthesis pertama terhadap Senyawa
organologam pertama yaitu pada tahun 1972. Yang dimaksud Total sintesis yaitu
mensintesis suatu senyawa dari sangat awal bagaikan merangkai atom per atom. Karena
disintesis bagian perbagian maka senyawa cobalamin ini dibuat dalam waktu yang
sangat lama, sekitar 20 Tahun
·
Uap dari Cairan Cadet 1760
senyawa
organologam pertama yang ditemukan oleh cadet pada tahun 1760. Namun senyawa
organometal yang ia hasilkan bukanlah hasil yang diharapkan dari reaksi kalium
asetat dan arsen trioksida . oleh karena itulah ada yang tidak setuju
dengan pendapat bahwa cadet yang pertama mensintesis senyawa organometal.
·
Garam Zeize disintesis pada 1827 K[Pt(C2H4)Cl3]
• H2O
Zeise
menemukan senyawa organometal pertama yang memang disengaja. Setelah itu,
Birnbaum mengkorfimasi adanya ligand H2C=CH2 pada1868
yang mendukung penemuan Zeise. Sedangkan pada 1975, struktur sempurna dari
garam zeise terkarakterisasi sehingga membuktikan serangkaian penemuan dari
terdahulunya
·
Grignard
Reagents (XMgR)
Grignard
Reagents (XMgR) disintesis sekitar 1900 oleh victor Grignard Secara tak
sengaja diproduksi ketika ingin membuat senyawa lain Saytzeff method. Saat itu
ia sedang melakukan penelitian dibawah bimbingan dosennya bernama Barbier.
·
1951
– 1952 Penemuan of ferrocene, Fe(h5-C5H5)2
Keally, Pauson, dan Miller
melaporkan synthesis ferrocene ini secara tak sengaja, karena sebenarnya mereka
ingin mensintesis fulvalen. Yaitu senyawa sandwich hidrokarbon saja.
Ferrocene merupakan struktur yang
sangat stabil dengan struktur 2 benzene yang mengapit atom Fe, karena sangat
stabil maka penggunaan ferrocene ini sangat banyak. 1973 Nobel prize Geoffrey
Wilkinson dan Ernst Otto Fischer karena banyak penelitiannya pada senyawa
sandwich (metallocene).
·
Ziegler/Natta
polymerization
1955 Ziegler dan Natta mengembangkan
polimerisasi olefin pada tekanan rendah menggunakan campuran katalis logam
(transition metal halide / AlR3).
Giulio
Natta bekerja
pada penelitian bersama Ziegler menerapkan a-olefin yang lain seperti propylene
dan styrene pada reaksi polimerisasi. menghasilkan polypropylene dibuat
menjadi 2 fraksi: amorphous (atactic) dan crystalline (tactic).pada
1963 Nobel prize untuk Karl Ziegler dan Giulio Natta pada
katalis Ziegler-Natta yang nantinya digunakan secara komersil dalam pembuatan
plastik
·
Kompleks Vaska
Pada tahun 1962 Kompleks Vaska
dilaporkan oleh Lauri Vaska , senyawa ini memiliki kemampuan adisi oksidasi dan
dapat mengikat O2 secara reversible
·
Penemuan
fulleren pada 1985
Fulleren merupakan senyawa karbon
yang saling berikatan membentuk suatu bentuk bola yang berongga. Fulleren ini
dapat menangkap senyawa logam di dalamnya sehingga disebut juga
metallofulleren.
Pengertian
Senyawa Organologam
Senyawa
kompleks organologam adalah senyawa kompleks yang memiliki ikatan logam-karbon
antara satu sampai delapan atom karbon dalam ligan hidrokarbon terikat ke
logam. Haptisitas mendeskripsikan jumlah atom dalam ligan yang mempunyai
interaksi koordinatif dengan logamnya dan jumlah ini diberi simbol h (Huheey,
1993). Simbol h ini diikuti dengan superscriptyang menunjukkan
jumlah atom ligan yang ditambahkan pada logam. Misalnya, ligan siklopentadienil
dalam ikatan ferosen melalui kelima atomnya, sehingga menjadi h5-C5H5.
Rumus kimia dari ferosen ditulis menjadi (h5-C5H5)2Fe
(umumnya ligan hidrokarbon ditulis sebelum logamnya). Pengucapan dari penulisan
ligan h5-C5H5 adalah ligan
pentahaptosiklopentadienil (Miessler, 2003).
Senyawa
kompleks organologam juga mempunyai suatu aturan dalam menghitung jumlah
elektron sama seperti aturan oktet (aturan 8 elektron) pada kimia golongan
utama. Aturannya adalah Aturan 18 Elektron. Aturan 18 elektron adalah aturan
yang menghitung jumlah elektron valensi pada logam pusat yang berjumlah 18
elektron. Sama seperti halnya aturan oktet, aturan 18 elektron ini juga
mempunyai banyak pengecualian. Namun, aturan ini masih dapat dijadikan pedoman
untuk kompleks kimia organologam terutama ligan yang mengandung
akseptor-Ï€ yang kuat (Miessler, 2003)
Sifat
senyawa organologam yang umum ialah atom karbon yang lebih elektronegatif
daripada kebanyakan logamnya. Senyawa komplek logam (biasanya logam-logam
transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon.
Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan (Blaser et al,
2000).
Terdapat
beberapa kecenderungan jenis-jenis ikatan yang terbentuk pada senyawaan
organologam:
a. Senyawaan ionik dari
logam elektropositif
Senyawaan organo dari logam yang relatif sangat
elektropositif umumnya bersifat ionik, tidak larut dalam pelarut organik, dan
sangat reaktif terhadap udara dan air. Senyawa ini terbentuk bila suatu radikal
pada logam terikat pada logam dengan keelektropositifan yang sangat tinggi,
misalnya logam alkali atau alkali tanah. Kestabilan dan kereaktifan senyawaan
ionik ditentukan dalam satu bagian oleh kestabilan ion karbon. Garam logam
ion-ion karbon yang kestabilannya diperkuat oleh delokalisasi elektron lebih stabil
walaupun masih relatif reaktif. Adapun contoh gugus organik dalam garam-garaman
tersebut seperti (C6H5)3C-Na+ dan
(C5H5)2Ca2+.
b. Senyawaan yang memiliki
ikatan -σ (sigma)
Senyawaan organologam dimana sisa organiknya terikat
pada suatu atom logam dengan suatu ikatan yang digolongkan sebagai ikatan
kovalen (walaupun masih ada karakter-karakter ionik dari senyawaan ini) yang
dibentuk oleh kebanyakan logam dengan keelektropositifan yang relatif lebih
rendah dari golongan pertama di atas.
Terdapat dua macam ikatan
organologam, yaitu :
1. Ikatan
ionik. Ikatan ionik organologam terbentuk dari unsur yang sangat
elektropositif yaitu unsur pada golongan I, II, dan III. Organologam dengan
yang berikatan secara ionik bersifat tak larut dalam pelarut hidrokarbon dan
mudah teroksidasi.
2. Ikatan
kovalen. Ikatan kovalen organologam yang mudah menguap terbentuk
dari logam Zn, Cd, Hg, dan logam non-transisi gologan III (kecuali aluminium),
IV, dan V. Ikatan kovalen ini terbentuk dengan cara memberikan satu elektron
tunggalnya, baik dari logam maupun unsur organiknya, untuk dipakai secara
bersama. Sifat dari senyawa organologam dengan ikatan kovalen ini mudah
menguap, larut dalam pelarut organik, dan tidak larut dalam air.
Reaksi
Grignard
Reaksi Grignard
ditemukan oleh kimiawan Perancis Auguste Victor Grignard (1871-1935) di tahun
1901. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metil magnesium iodida,
reagen Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di
bawah ini) dan magnesium dalam dietil eter kering.
CH3I +
Mg –> CH3MgI
Anda
pasti melihat bahwa magnisium terikat langsung dengan karbon. Senyawa semacam
ini yang sering disebut sebagai reagen Grignard dengan ikatan C-logam
dimasukkan dalam golongan senyawa organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan
mudah menghasilkan karbanion seperti CH3- setelah putusnya ikatan
logam-karbon. Ion karbanion cenderung menyerang atom karbon bermuatan positif.
Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus aldehida atau gugus keton bermuatan
positif karena berikatan dengan atom oksigen yang elektronegatif. Atom karbon
ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang akan menghasilkan
alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol tersier dari keton setelah
hidrolisis.
C6H5CHO
+ CH3MgI –> C6H5CH(CH3)OMgI
Reaksi
Grignard adalah contoh reaksi senyawa organologam. Karena berbagai jenis
aldehida dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis
dengan bantuan reaksi Grignard.
Jenis-Jenis
Senyawa Organologam
1. Alkil dan Aril Litium
(Organolitium)
Senyawa Organolitium adalah senyawa
Logam Alkali yang mempunyai sifat kelarutan dalam Hidrokarbon atau cairan
nonpolar dan penguapan yang tinggi serta mempunyai sifat khas zat Kovalen.
Penggabungan Molekular adalah suatu keistimewaan yang penting dari alkil baik
dalam kristal maupun larutan. Jadi dalam Metil lithium atom-atom Li terletak
pada sudut-sudut sebuah tetrahedron dengan gugus alkil berpusat pada bidang
dihadapannya. Gugus CH3 secara simetris terikat pada tiga atom
Li, dan ikatan jembatan alkil ini adalah dari jenis tuna elektron berpusat
banyak.
Dalam larutan, sifat spesies
terpolimerisasi bergantung pada pelarut, sifat sterik dari radikal organik dan
suhu. Dalam Hidrokarbon MeLi, EtLi, n-PrLI, dan beberapa lainnya
adalah heksamer, namun tert-butilitihium, yang tersolfasi. Tidak
terdapat agregat yang lebih kecil dari pada tetramet. Meskipun demikian,
bilamana digunakan pengkelatan amin ditersier, seperti tetrametiletilendiamen
(TMED), Me2NCH2CH2NMe2 diperoleh
kompleks alkillithium monomer yang stabil. Alkil dan aril juga membentuk
kompleks dengan alkil logam lain seperti kompleks dengan Mg dan Zn. Sebagai
contoh:
2LiC6H5 +
Mg(C6H5)2→ Li2[Mg(C6H5)4]
Terdapat keragaman yang luas dalam kreaktifan perbandingan alkil, Li yang
bergantung kepada perbedaan dalam agresasi dan interaksi pasangan ion. Suatu
contoh adalah Bensinlitium, yang berupa monomer dalam tetrahidrofuran dan
bereaksi dengan suatu supstrat tertentu lebih dari 104 kali
lebih cepat dari pada metillithium tetramet. Kompleks TMED monomer yang
disebutkan diatas juga lebih jauh dari reaktif dari pada agregat alkil yang
bersangkutan. Alkillithium dapat mempolilithiasi asitilen,asetonitril, dan
senyawa-senyawa lain, jadi CH3C≡≡ CH memberikan Li4C3,
yang dapat dianggap sebagai turunan C34.
Reaksi alkil lithium umumnya dianggap bersifat sebagai ion karbon. Alkil
alkena, khususnya Isoprena, yang memberikan sampai 90% 1,4-cis-polilisoprena,
sebagai reaksi lainnya dengan alkena telah dipelajari kompleks TMED sekali lagi
luar biasa aktif, tidak hanya berpolomerisasi etilena namun bahkan akan
memelitisasi benzena dan senyawa aromatik, juga bereaksi dengan hidrogen pada 1
atm menghasilkan LiH dan alkana.
2. Senyawa Organo-Natrium dan Kalium
Semua senyawa ini benar-benar ionik dan tidak larut sampai batas apa pun dalam
hidrokarbon karena sangat reaktif, peka terhadap udara, dan terhidrolisis kuat
dalam air.
Yang terpenting adalah senyawa natrium dari hidrokarbon asam seperti
siklopentadiena, idena, asitilena, dan sejenisnya. Ini diperoleh dari interaksi
dengan logam natrium atau natrium yang dihamburkan dalam tetrahidrofuran atau
dimetilformamida.
2CH5H6 +
2Na → 2C5H5-Na+ + H2
RC≡CH + Na → RC≡C-Na+ +
½ H2
3. Magnesium
Senyawa organik dari Ca,Sr, dan Ba sangat ionik dan relatif tidak berguna,
namun senyawa magnesium mungkin adalah yang dipakai paling luas sebagai senyawa
organik yang digunakan sangat luas dalam kimia organik dan dalam sintesis
senyawa alkil dan aril dari unsur-unsur lain. Senyawa ini adalah jenis RMgX
(pereaksi Grignard) dan MgR2. Yang pertama dibuat dengan
interaksi langsung logam dengan suatu halida organik RX dalam suatu pelarut
yang cocok, biasanya suatu eter seperti dietil eter atau tetrahidrofuran.
Reaksinya biasanya paling cepat dalam iodida, RI, dan iod dapat digunakan
sebagai suatu pengionisasi. Pereaksi RMgX digunakan in situ.
Spesies MgR2 paling baik dibuat dengan reaksi kering.
HgR2 + Mg
(berlebihan) →Hg + MgR2
Dialkil atau diaril kemudian diekstraksi dengan sutu pelarut organik. RMgX
sebagai zat terlarut, maupun R2Mg adalah reaktif, dan menjadi peka
terhadap oksidasi dengan udara dan terhadap hidrolisis dengan air.Sifat
pereaksi Grignard dalam larutan adalah rumit dan bergantung pada sifat
gugus-gugus alkil dan halida pada pelarut, konsentrasi dan suhu. Solvasi
terjadi, dan penggabungan lebih utama terjadi dengan halida dari pada karbon
berjembatan, kecuali bagi senyawa metil dimana jembatan oleh gugus CH3 terjadi.
Dalam larutan encer dan dalam
pelarut donor yang lebih kuat, spesies monomer biasanya menonjol, namun dalam dietil
eter pada konsentrasi yang lebih besar dari pada 0,1Mpenggabungan
mmenghasilkan polimer linier atau siklis. Bagi pereaksi Grignard kristal, kedua
struktur RMgX.nS dimana n adalah jumlah molekul
pelarut, S, begantung pada sifat R, dan R(S)Mg(µ-X)2Mg(S)R telah
ditemukan. Atom Mg biasaya terkoordinasi tetrahedral.
Senyawa seng dan kadmium mirip
dengan senyawa magnesium namun berbeda dalam kereaktifannya. Alkil seng yang
lebih rendah adalah cairan yang mudah menyalah dalam udara dan bereaksi kuat
dalam air.
Reaksi Organologam
1. Insertion Reaction
Reaksi penyisipan merupakan suatu
reaksi yang menyisipkan suatu molekul kedalam suatu senyawa organologam.
Molekul yang menyisip kedalam senyawa organologam ini dapat bertindak
sebagai 1,1 insertion dan 1,2 insertion, kedua hal
ini merupakan suatu acuan bagaimana molekul ini menyisipkan dirinya diantara
logam dan ligan senyawa organologam yaitu apakah menggunakan satu atom
untuk mengikat logam dan ligan (1,1 insertion) atau molekul tersebut
mempunyai dua atom yang satu mengikat logam sedangkan atom lain mengikat ligan
(1,2 insertion). Contoh reaksi insertion dapat
ditunjukan dari siklus reaksi dibawah ini (reaksi penyisipan di dalam kotak).
Pada reaksi diatas dapat dijelaskan
bahwa senyawa HNi(CO)2Cl direaksikan dengan senyawa
RCH=CH2 maka senyawa RCH=CH2 akan
menyisip diantara logam dengan atom H. Reaksi ini merupakan 1,2
insertion, dimana ada dua atom C pada senyawa ini, satu atom C mengikat
logam Ni dan atom C yang lain mengikat H, akibatnya ikatan rangkap pada
molekul RCH=CH2 berubah menjadi tunggal karena elektronnya
dipakai untuk mengikat logam dan atom H.
2. Carbonyl Insertion (Alkyl
Migration)
Reaksi penyisipan karbonil pada
dasarnya sama seperti penyisipan biasanya (1,1 insertion dan 1,2
insertion), tetapi yang membedakan disini adalah yang masuk diantara logam
dan ligan adalah molekul karbonil (CO). Mekanisme reaksi dari penyisipan
karbonil diusulkan ada tiga, yaitu penyisipan secara langsung, migrasi
karbonil, dan migrasi alkil. Dari ketiga usulan mekanisme reaksi ini, dilakukan
pengujian melalui eksperimental. Hasilnya mekanisme penyisipan karbonil yang
diterima atau sesuai hasil pengujian adalah migrasi alkil. Jadi alkil bermigrasi
dan terikat pada karbonil, tempat yang ditinggalkan alkil tadi ditempati
karbonil dari luar. Contoh dari penyisipan karbonil diberikan pada siklus
reaksi dibawah ini (dalam kotak):
Dari kedua gambar diatas, dapat
dijelaskan bahwa reaksi penyisipan karbonil seperti dijelaskan pada pengantar
singkat reaksi penyisipan karbonil diatas, mekanisme reaksinya adalah migrasi
alkil. Pada gambar diatas ditunjukkan bahwa CH2CH2R
bermigrasi ke CO, tempat kosong pada logam yang ditinggalkan alkil tersebut
selanjutnya diisi oleh CO dari luar.
3. Hydride Elimination
Reaksi eliminasi hidrida ini yang
sering ditemui adalah reaksi β-elimination yang merupakan suatu reaksi
transfer atom H pada suatu ligan alkil (pada ligan posisi β terhadap
logam) ke logam. Reaksi ini dapat menyebabkan meningkatnya bilangan oksidasi
dan bilangan koordinasi dari logam. Proses transfer atom H pada alkil
posisi β ini terjadi apabila posisi logam, carbon α,
karbon β, dan hidrida koplanar. Contoh reaksi ini adalah pada siklus
Wacker. Pada siklus ini terdapat reaksi β-hibrid-eliminasi (dalam kotak).
Pada reaksi diatas dinamakan
reaksi β-hidrid-eliminasi karena pada molekul A, atom H yang terikat
pada atom O (pada gugus OH posisi β terhadap logam), ditransfer
menuju ke logam Pd. Pada contoh reaksi ini ternyata reaksi β-hidrid-eliminasi
tidak hanya atom H milik alkil posisi β, tetapi dapat juga dari atom H
dari gugus hidroksil (OH) pada posisi β. Atom H yang ditransfer ke logam
Pd menyebabkan bilangan koordinasi logam Pd bertambah dari dua menjadi tiga.
Hasil akhir dari reaksi ini adalah terbentuknya molekul B.
4. Abstraction Reaction
Reaksi abstraksi merupakan suatu
reaksi eliminasi ligan yang tidak akan merubah bilangan koordinasi logam.
Reaksi ini berkaitan dengan pembuangan substituent pada ligan dengan posisi
karbon α dan β terhadap logam. Pembuangan substituent pada
ligan ini dapat terjadi karena pengaruh suatu reagen eksternal. Contoh dari
reaksi ini adalah:
Pada reaksi diatas
(dalam kotak) disebut sebagai reaksi abstraksi dikarenakan terjadi pembuangan
substituent yaitu atom H pada ligan η4-5-exo-RC5H5 (tetrahapto)
yang disebabkan oleh reagen Ph3CPF6. Dari hasil
pembuangan atom H ini, maka ligan η4-5-exo-RC5H5 berubah
menjadi η5-RC5H4. Bilangan koordinasi
logam pada reaksi ini tidak berubah, tetapi bilangan oksidasi logam Fe berubah
dari Fe(0) menjadi Fe(II).
PERMASALAHAN
:
1.
Mengapa reaksi senyawa organologam merupakan
contoh dari reaksi grignard??
2.
Bagaimana aplikasi senyawa organologam dalam
bidang industry ? Jelaskan ?
3.
Jelaskan perbedaan paling spesifik dari ketiga
jenis senyawa organologam!
Baiklah saudari iin saya akan mencoba menjawa permasalahan nomor dua yaitu
BalasHapusBagaimana aplikasi senyawa organologam dalam bidang industry ? Jelaskan ?
Sejarah Senyawa Organologam sendiri dimulai pada tahun 1827 ketika direaksikannya PtCl4 dengan PtCl2 dalam etanol refluks. Berlanjut pada tahun 1850 Frankland berhasil menemukan Kompleks Organoseng (ZnEt2), pada saat ini umumnya digunakan dalam reaksi alkilasi untuk kimia organik, berlanjut pada 1867 Kimiawan Perancis Schützenberger yang mampu membuat senyawa Platinum-Chloro-Carbhonyl sebagai senyawa karbonil terikat pertama, turunan senyawa ini adalah Ni(CO)4 yang berperan dalam memurnikan Nikel dari bijih dan ditemukan pada tahun 1890.
Berlanjut pada pergantian abad 20 dengan ditemukannya reagen grignard yang merupakan kompleks alkil magnesium dengan ikatan sigma Mg-C dan menjadi reagen yang banyak digunakan dalam sintesis senyawa organik ataupun retrosintesis. Puncaknya pada tahun 1950-an Kealy dan Pauson mampu membuat Ferrocene yang dianggap sebagai cikal bakal pesatnya perkembangan pengetahuan kimia organologam [2].
Senyawa organologam banyak digunakan sebagai Katalis, Aplikasi Senyawa organologam dalam katalisis memang menjadi faktor meningkatnya minat peneliti terhadap organologam. Melihat sejarah industrinya, katalis organologam memiliki sejarah panjang dalam produksi senyawa organik dan polimer.
Aplikasi penyulingan Nikel pada awal 1880-an contohnya, Ludwig moond mampu menunjukkan bagaimana Ni mentah dapat dimurnikan dengan CO untuk menguapkan Ni dalam bentuk Ni (CO)4 sebagai uap kemudian dapat dipanaskan untuk memperoleh Ni murni [1].
Senyawa organologam juga mengambil peran dalam bidang kesehatan, banyak sekali aplikasi pemanfaatan senyawa organologam di bidang kesehatan salah satunya adalah Haemoglobin. Haemoglobin (Hb) merupakan senyawa metalloprotein yang berperan mengantarkan Oksigen ke seluruh tubuh, Haemoglobin juga berperan dalam proses transportasi gas lain seperti karbondioksida [3].
Baiklah saudari iin saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor satu yaitu Mengapa reaksi senyawa organologam merupakan contoh dari reaksi grignard
BalasHapusReaksi Grignard ditemukan oleh kimiawan Perancis Auguste Victor Grignard (1871-1935) di tahun 1901. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metil magnesium iodida, reagen Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di bawah ini) dan magnesium dalam dietil eter kering.
CH3I + Mg –> CH3MgI
Senyawa semacam ini yang sering disebut sebagai reagen Grignard dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam golongan senyawa organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan karbanion seperti CH3- setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion karbanion cenderung menyerang atom karbon bermuatan positif. Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus aldehida atau gugus keton bermuatan positif karena berikatan dengan atom oksigen yang elektronegatif. Atom karbon ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang akan menghasilkan alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol tersier dari keton setelah hidrolisis.
C6H5CHO + CH3MgI –> C6H5CH(CH3)OMgI
Reaksi Grignard adalah contoh reaksi senyawa organologam. Karena berbagai jenis aldehida dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi Grignard.
Baiklah saudari iin saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang ketiga , jadi Senyawa Organolitium adalah senyawa Logam Alkali yang mempunyai sifat kelarutan dalam Hidrokarbon atau cairan nonpolar dan penguapan yang tinggi serta mempunyai sifat khas zat Kovalen. Penggabungan Molekular adalah suatu keistimewaan yang penting dari alkil baik dalam kristal maupun larutan. Jadi dalam Metil lithium atom-atom Li terletak pada sudut-sudut sebuah tetrahedron dengan gugus alkil berpusat pada bidang dihadapannya. Gugus CH3 secara simetris terikat pada tiga atom Li, dan ikatan jembatan alkil ini adalah dari jenis tuna elektron berpusat banyak. Sedangkan
BalasHapusSenyawa Organo-Natrium dan Kalium benar-benar ionik dan tidak larut sampai batas apa pun dalam hidrokarbon karena sangat reaktif, peka terhadap udara, dan terhidrolisis kuat dalam air dan Magnesium adalah jenis RMgX (pereaksi Grignard) dan MgR2. Yang pertama dibuat dengan interaksi langsung logam dengan suatu halida organik RX dalam suatu pelarut yang cocok, biasanya suatu eter seperti dietil eter atau tetrahidrofuran. Reaksinya biasanya paling cepat dalam iodida, RI, dan iod dapat digunakan sebagai suatu pengionisasi. Pereaksi RMgX digunakan in situ. Spesies MgR2 paling baik dibuat dengan reaksi kering.