DISAKARIDA
Apa itu disakarida? DISAKARIDA atau
biosa ialah karbohidrat yang terbentuk ketika dua monosakarida mengalami reaksi
kondensasi yang meliputi eliminasi sejumlah kecil molekul, seperti air, dari
gugus fungsional saja. Seperti monosakarida, disakarida membentuk larutan
berair ketika dilarutkan dalam air. Tiga contoh umum disajarida adalah sukrosa,
laktosa, dan maltosa.
Disakarida merupakan salah satu dari empat kelompok zat
kimia karbohidrat (monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida).
Pembentukan
Disakarida terbentuk ketika dua
monosakarida bergabung bersama dan satu molekul air dihilangkan, proses ini
dikenal sebagai reaksi dehidrasi. Misalnya, gula susu (laktosa) terbentuk dari
glukosa dan galaktosa di mana gula dari gula tebu dan gula bit (sukrosa)
terbentuk dari glukosa dan fruktosa. Maltosa, disakarida terkenal lainnya,
terbentuk dari dua molekul glukosa. Dua monosakarida yang terbentuk melalui
reaksi dehidrasi (juga disebut reaksi kondensasi) atau sintesis dehidrasi) yang
menyebabkan hilangnya sebuah molekul air dan pembentuk satu ikatan glikosida.
Salah satu contoh reaksi pembentukan disakarida
adalah sebagai berikut :
C6H12O6 + C6H12O6 C12H22O12 +
H2O
(monosakarida)
(disakarida)
Dalam reaksi tersebut di atas terjadi pelepasan air.
Beberapa jenis disakarida yang penting adalah laktosa, sukrosa, dan maltosa.
Gambar 1. Struktur kimia disakarida
A. Laktosa
Laktosa adalah jenis disakarida yang merupakan
gabungan dari dua unit monosakrida yang berbeda yaitu merupakan karbohidrat
dari susu mamalia yang terdiri dari D-galaktosa dan D-glukosa (gambar 2). Dalam
disakarida ini, ikatan glikosidik antara C-1 anomerik dari β-D-galaktosa dan
C-4 non-anomerik dari D-glukosa merupakan β-(1,4).
Sintesis laktosa oleh laktosa sintetase, suatu
dimer heterogenosa, merupakan contoh baru dari modifikasi spesifisitas
katalitik oleh pembentukan dimer, (suatu bentuk perubahan alosterik
konformasional). Salah satu dari dua protomer merupakan suatu enzim (galaktosil
transferase) yang terdapat secara luas dalam jaringan hewan, termasuk grandula
mammae selama kehamilan dan menghasilkan katalis reaksi berikut:
UDP-galaktosa
+ N-asetilglukosamin N-asetilaktosamin
+ UDP
UDP merupakan uridin difospat, yang bertindak
sebagai suatu karier molecular dari karbohidrat pada reaksi enzimatik tertentu.
Untuk produksi susu, protomer kedua dari laktosa sintetase,laktalbumin-α,
disintesis secara spesifik dalam jaringan mammae, dan interaksi protein ini
dengan galaktsil transferase mengubah spesifisitas substrat sehingga enzim
dimerik mengkatalisis sintesis dari laktosa dengan adanya glukosa:
UDP-galatosa
+ glukosa
laktosa
+ UDP
Laktalbumin- α hanya terjadi dalam jaringan
mammae, dengan demikian, laktosa adalah unik untuk susu mamalia. Laktosa
bersifat reduksi dengan struktur cincin. Laktosa banyak ditemukan dalam susu
yaitu sekitar 40 persennya sehingga laktosa sering disebut dengan gula susu.
Laktosa dapat difermentasi oleh bakteri streptococcus laktis menjadi
asam laktat. Selain itu juga jika lakatosa ini dipanaskan sampai suhu 175oC
akan berbentuk laktokaramel.
Gambar 2. Struktur Laktosa
B. Sukrosa
Sukrosa adalah disakarida yang dibentuk dari unit
monosakarida yang berbeda yaitu antara satu molekul glukosa dan satu molekul
fruktosa. Antara kedua unitmonosakarida tersebut diikat dengan ikatan α-1, β-2
glikosida. Sukrosa tidak mempunyai sifat reduksi karena sukrosa dibentuk dari
gugus reduksi masing-masing unit monosakrida penyusunnya. Sukrosa banyak
ditemukan dalam tanaman. Sumber yang kaya sukrosa adalah tebu, bit, dan wortel.
Hasil samping pengekstrasi sukrosa baik dari tebu ataupun bit adalah molase.
Molase ini berwarna gelap, cairannya pekat (20 - 30 persen), dan dengan proses
kristalisasi tidak dapat diubah lebih lanjut menjadi sukrosa karena adanya gula
reduksi dan kotoran non gula.
Sukrosa (gula meja) terdapat dalam
tumbuh-tumbuhan, dimana mereka disintesis dari D-glukosa dan D-fruktosa (gambar
3). Suatu ikatan glikosidik anatara C-1 anomerik dari α-D-glukosa dan C-2
anomerik dari β-D- fruktosa menghubungkan kedua monosakarida melalui suatu
jembatan oksigen, menghasilkan suatu ikatan α-(1,2).
Gambar 3. Struktur Sukrosa
C. Maltosa
Maltosa adalah disakarida yang dibentuk dari dua
unit monosakrida yang sama yaitu glukosa. Antar unit glukosa tersebut diikat
dengan ikatan α-1,4 glikosida.
Maltosa adalah gula reduksi dan larut dalam air.
Maltosa jarang ditemukan dalam bentuk bebas di alam. Maltosa hanya ditemukan
dari hasil degradasi pati oleh enzim atau hasil proses pengekstrasi sukrosa.
Pada proses pembentukan ber dari kecambah barley (sejenis biji-bijian), terjadi
proses degradasi pati menjadi maltosa oleh enzim amilase.
Maltosa
(gambar 4) dan selobiosa (gambar 5) merupakan dua disakarida yang tidak
terdapat secara alamiah tetapi secara komersial masing-masing merupakan produk
degradasi dari zat tepung dan selulosa. Kedua sakarida memiliki dua residu
D-glukosil yang dihubungkan oleh suatu ikatan 1,4 glukosidik, perbedaan
structural tunggal antara dua disakarida adalah pada ikatan dalam maltose
adalah α-(1,4) dan dalam selobiosa adalah β-(1,4). Perbedaan yang tampaknya
kecil ini bertindak sebagai suatu ilustrasi terkait mengenai derajat
spesifikasi tinggi yang sering ditemukan dalam system biologi. Polimer
D-glukosa dalam ikatan α-(1,4) bertindak sebagai suplai energy yang tersedia
dengan mudah untuk tumbuh-tumbuhan dan hewan, sementara polimer analog dalam
ikatan β-(1,4) merupakan komponen structural dan tidak didegradasi oleh
sebagian besar system kehidupan, yang tidak memiliki kemampuan enzimatik untuk
menghidrolisis ikatan β-(1,4) glikosidik. Ruminansia (pemamah biak), contohnya
sapi, menggunakan selulosa sebagai sumber makanan hanya karena bacteria dalam
lambungnya dapat mencerna polisakarida. Bahkan rayap mengandalkan pada
mikroflora dalam ususnya untuk mendegradasi kayu. Jika bukan untuk kemampuan
dari bakteri tertentu dan jamur untuk menghidrolisis ikatan β-(1,4) yang ditemukan
dalam polisakarida tumbuh-tumbuhan yang mati akan menimbulkan masalah ekologi
yang serius.
Gambar 4. Struktur Maltosa
Gambar 5. Struktur
Selobiosa
Sifat-sifat
Ikatan glikosida dapat terbentuk
antara setiap gugus hidroksil pada komponen monosakarida. Jadi, bahkan bila
kedua komponen gula sama (misalnya, glukosa), berbeda kombinasi ikatannya (regiokimia)
dan stereokimia (alfa- atau beta-) dihasilkan sebagai disakarida
yang merupakan distereomer dengan sifat-sifat kimia dan fisika yang
berbeda. Bergantung pada konstituen monosakaridanya, disakarida terkadang
kristal, terkadang larut dalam air, dan terkadang terasa manis dan dan terasa
tajam.
Disakarida Umum
Ada enam disakarida umum. Perbedaan
antara satu sama lain terletak pada ikatan glikosida dan konstituen
mono-sakaridanya. Maltosa dan selobiosa adalah produk-produk hidrolisis dari
polisakarida pati dan sellulosa.
Tabel-1.1. berikut ini menunjukkan jenis-jenis
disakarida umum tersebut.
Sementara itu, 15 jenis
disakarida yang tidak umum. Hal ini dapat dilihat dalam
Tabel-1.2. berikut ini
POLOSAKARIDA
A. Pengertian
Polisakarida
Polisakarida adalah senyawa
dimana molekul-molekulnya mengandung banyak satuan monosakarida yang
dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi dan tidak
larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan
mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa).
Ikatan antara molekul
monosakarida yang satu dengan yang lainnya terjadi antara gugus alkohol pada
atom C ke-4 molekul yang satu (II) dengan gugus aldehida pada atom C ke -1
molekul monosakarida dengan yang lain.
Polisakarida dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.
Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan
akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural berfungsi
sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.
Beberapa polisakarida
berfungsi sebagai bentuk penyimpan bagi monosakarida dan yang lainnya berfungsi
sebagai unsur struktural di dalam dinding sel dan jaringan pengikat. Glikogen
dan pati merupakan polisakarida simpanan yang terdapat pada tumbuhan dan
manusia sedangkan selulosa merupakan polisakarida strukural yang berfungsi
sebagai tulang semu bagi tumbuhan. Pati dan glikogen dihidrolisa di dalam
saluran pencernaan oleh amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Namun,
selulosa mempunyai peran penting bagi manusia karena merupakan sumber serat
dalam makanan manusia.
PROSES
PEMBENTUKAN POLISAKARIDA
Polisakarida adalah hasil kondensasi dari > 10 unit
monosakarida, contohnya pati dan dekstrin. Polisakarida juga digolongkan
menjadi heksosa dan pentosa, tegantung pada jenis monosakarida yang dihasilkan
ketika hidrolisis.Polisakarida adalah senyawa karbohidrat kompleks. Bila
dihidrolisis, polisakarida akan menghasilkan banyak unit monosakarida.
Polisakarida terdiri atas dua jenis yaitu homopolisakarida (mengandung hanya
satu jenis unit monomer) dan heteropolisakarida (mengandung dua atau lebih
jenis unit monosakarida yang berbeda). Polisakarida biasanya tidak berasa,
tidak larut dalam air, dan memiliki berat molekul yang tinggi. Contoh
homopolisakarida adalah pati yang hanya mengandung unit-unit D-glukosa,
sedangkan asam hialuronat pada jaringan pengikat mengandung residu dari dua
jenis unit gula secara berganti-ganti merupakan contoh dari heteropolisakarida.
B. Jenis-Jenis
Polisakarida
Polisakarida dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.Berikut ini adalah uraian tentang
polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.
1. Polisakarida
Simpanan
a. Pati
Pati adalah polisakarida simpanan dalam
tumbuhan. Monomer-monomer glukosa penyusunnya dihubungkan dengan
ikatan α 1-4. Bentuk pati
yang paling sederhana adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus.
Sedangkan bentuk pati yang lebih kompleks adalah amilopektin yang merupakan polimer bercabang dengan ikatan α 1-6 pada titik
percabangan.
b. Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan
dalam tubuh hewan.Struktur glikogen mirip dengan amilopektin, namun
memiliki lebih banyak percabangan. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen pada
sel hati dan sel otot. Glikogen dalam sel akan dihidrolisis bila
terjadi peningkatan permintaan gula dalam tubuh. Hanya saja, energi
yang dihasilkan tidak seberapa sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber
energi dalam jangka lama.
c. Dekstran
Dekstran adalah
polisakarida pada bakteri dan khamir yang terdiri atas poli-D-hlukosa
rantai α 1-6, yang memiliki cabang α 1-3 dan beberapa
memiliki cabnga α 1-2 atau α 1-4. Plak di permukaan gigi
yang disebabkan oleh bakteri diketahui kayak akan dekstran. Dekstran juga telah
diproduksi secara kimia menghasilkan dekstran sintetis.
2. Polisakarida
Struktural
a. Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan. Selulosa adalah senyawa paling berlimpah
di bumi, yaitu diproduksi hampir 100 miliar
ton per tahun.Ikatan glikosidik selulosa berbeda dengan pati yaitu monomer
selulosa seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.
b.
Kitin
Kitin
adalah karbohidrat penyusun eksoskeletonartropoda (serangga, laba-laba, krustase). Kitin
terdiri atas monomer glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin
murni menyerupai kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan kalsium
karbonat. Kitin juga ditemukan pada dinding sel cendawan. Kitin telah digunakan untuk membuat benang operasi
yang kuat dan fleksibel dan akan terurai setelah luka atau sayatan sembuh.
C. Polisakarida
Terpenting dalam Ilmu Gizi
Polisakarida merupakan polimer
monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh
ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan
monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa. Berikut beberapa
polisakarida terpenting:
1. Selulosa
Selulosa merupakan
polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel pelindung seperti batang, dahan,
daun dari tumbuh-tumbuhan.Selulosa merupakan polimer yang berantai panjang dan
tidak bercabang. Suatu molekul tunggal selulosa merupakan polimer rantai lurus
dari 1,4’-β-D-glukosa. Hidrolisis selulosa dalam HCl 4% dalam air menghasilkan
D-glukosa.
Dalam sistem pencernaan
manusia terdapat enzim yang dapat memecahkan ikatan α-glikosida, tetapi tidak
terdapat enzim untuk memecahkan ikatan β-glikosida yang terdapat dalam selulosa
sehingga manusia tidak dapat mencerna selulosa. Dalam sistem pencernaan hewan
herbivora terdapat beberapa bakteri yang memiliki enzim β-glikosida sehingga
hewan jenis ini dapat menghidrolisis selulosa. Contoh hewan yang memiliki
bakteri tersebut adalah rayap, sehingga dapat menjadikan kayu sebagai makanan
utamanya. Selulosa sering digunakan dalam pembuatan plastik. Selulosa nitrat
digunakan sebagai bahan peledak, campurannya dengan kamper menghasilkan lapisan
film (seluloid).
2. Pati
/ Amilum
Pati terbentuk lebih dari 500
molekul monosakarida.Merupakan polimer dari glukosa. Pati terdapat dalam
umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan. Jika dilarutkan dalam air
panas, pati dapat dipisahkan menjadi dua fraksi utama, yaitu amilosa dan amilopektin.
Perbedaan terletak pada bentuk rantai dan jumlah monomernya.
Amilosa adalah polimer linier
dari α-D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4-α. Dalam satu molekul
amilosa terdapat 250 satuan glukosa atau lebih. Amilosa membentuk senyawa
kompleks berwarna biru dengan iodium.Warna ini merupakan uji untuk
mengidentifikasi adanya pati.
Dalam sistem pencernaan
manusia terdapat enzim yang dapat memecahkan ikatan α-glikosida, tetapi tidak
terdapat enzim untuk memecahkan ikatan β-glikosida yang terdapat dalam selulosa
sehingga manusia tidak dapat mencerna selulosa. Dalam sistem pencernaan hewan
herbivora terdapat beberapa bakteri yang memiliki enzim β-glikosida sehingga
hewan jenis ini dapat menghidrolisis selulosa. Contoh hewan yang memiliki
bakteri tersebut adalah rayap, sehingga dapat menjadikan kayu sebagai makanan
utamanya. Selulosa sering digunakan dalam pembuatan plastik. Selulosa nitrat
digunakan sebagai bahan peledak, campurannya dengan kamper menghasilkan lapisan
film (seluloid).
2. Pati
/ Amilum
Pati terbentuk lebih dari 500
molekul monosakarida.Merupakan polimer dari glukosa. Pati terdapat dalam
umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan. Jika dilarutkan dalam air
panas, pati dapat dipisahkan menjadi dua fraksi utama, yaitu amilosa dan
amilopektin. Perbedaan terletak pada bentuk rantai dan jumlah monomernya.
Amilosa adalah polimer linier
dari α-D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4-α. Dalam satu molekul
amilosa terdapat 250 satuan glukosa atau lebih. Amilosa membentuk senyawa
kompleks berwarna biru dengan iodium.Warna ini merupakan uji untuk
mengidentifikasi adanya pati.
Molekul
amilopektin lebih besar dari amilosa. Strukturnya bercabang. Rantai utama
mengandung α-D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4'-α. Tiap molekul
glukosa pada titik percabangan dihubungkan oleh ikatan 1,6'-α.
Hidrolisis lengkap pati akan
menghasilkan D-glukosa. Hidrolisis dengan enzim tertentu akan menghasilkan
dextrin dan maltosa.
3. Glikogen
Glikogen merupakan polimer
glukosa dengan ikatan α (1-6). Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada
hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula. Glikogen
serupa dengan amilopektin.
PERMASALAHAN :
1.
Jelaskan
fungsi polosakarida dan apa hasil hidrolisis lengkap dari polosakarida !
2.
Jelaskan
perbedaan dari polisakarida simpanan dan polisakarida struktural !
3.
Tolong anda
jelaskan bagaimana pengklasifikasian disakarida !